Close Menu
    INFO TERBARU

    Momentum Pelantikan DPC Ciruas: Ketua DPW I Banten Dapat Gelar Ki Banjar Agung

    Desember 1, 2025

    Milad Kedua TTKKBI Meriahkan Kota Serang: Perpaduan Tradisi, Silaturahmi, dan Spirit Karuhun

    Oktober 19, 2025

    Silaturahmi Menyatukan: Hundusin Adistara Pimpin TTKKBI Cilegon

    Oktober 11, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia
    Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia
    Home»TTKKBI Provinsi Banten

    Milad Pertama DPC TTKKBI Kecamatan Serang Berlangsung Meriah Dihadiri Ketum dan Ketua DPW I Banten

    adminJuni 22, 20253 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
    ttkkbi-serang

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) Kecamatan Serang menggelar peringatan Milad ke-1 pada Minggu, (22/6/202), bertempat di Kelapa Dua, Kota Serang. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan anggota dan tokoh TTKKBI, serta diisi penampilan seni pencak silat sebagai bentuk pelestarian budaya Banten. Hadir juga Ketua DPW I Jakarta, H. Hermansyah Yusuf yang tak mau ketinggalan mengikuti acara tersebut sebagai tamu spesial.

    Ketua Umum DPP TTKKBI, H. Tubagus Arif Hidayat, hadir langsung dan menyampaikan sambutan yang menegaskan kembali identitas serta sejarah berdirinya organisasi tersebut.

    “Alhamdulillah, saya yang mendirikan TTKKBI, apabila ada yang belum mengetahui,” ujar H. Tubagus Arif Hidayat dalam sambutannya.

    Ia menambahkan bahwa sebelum mendirikan TTKKBI, dirinya pernah aktif di organisasi lain yang juga berbasis jurus Cimande.

    “Sebelumnya saya pernah berjuang di wadah yang lain, yang sama-sama berdiri di atas jurus Tari Kolot Cimande. Alhamdulillah, Allah memberikan jalan saya seperti ini,” lanjut Tubagus Arif.

    Sementara itu, Ketua DPW I TTKKBI Provinsi Banten, H. Hudi Nurhudiyat, menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya kesetaraan dan kebersamaan dalam organisasi. Ia meminta agar tidak ada pihak yang merasa lebih berhak hanya karena lebih dulu bergabung atau berada di struktur atas.

    “Kita harus menghilangkan segala perbedaan, ketika kita merasa sebagai perintis dan yang lain pewaris. Semuanya kita adalah perintis dan semua pewaris, yang kita butuhkan adalah cintanya,” ujar Hudi Nurhudiyat.

    Menurut Hudi, semangat kolektif adalah ruh organisasi. Ia mengingatkan agar tidak ada yang merasa superior atas nama sejarah pribadi.

    “Jangan mengedepankan keegoan dan keangkuhan, bahwa dengan mengatakan ‘kami adalah perintis’, seolah yang lain tidak penting,” kata Hudi. “Padahal kita semua, dari A sampai Z, adalah bagian dari yang mengembangkan TTKKBI.”

    Lebih lanjut, Hudi menekankan pentingnya membangun organisasi bukan atas dasar gengsi, tetapi melalui kesadaran yang jernih dan sehat.

     

    “Yang harus kita sadari, bahwa yang membangkitkan kesadaran kita agar TTKKBI maju adalah pikiran yang sehat,” ujarnya.

    Hudi juga menyoroti pentingnya menanamkan rasa kesamaan di dalam tubuh organisasi, tanpa merendahkan siapapun berdasarkan posisi atau lamanya bergabung.

    “Kesadaran yang kita bangun di TTKKBI bukan berucap ‘siapa dia’, tetapi bahwa kita adalah sama,” ucapnya.

    Ia menegaskan bahwa jabatan bukan kebanggaan, tetapi amanah yang harus dipikul dengan penuh tanggung jawab.

    “Ketika kita berada di atas, itu bukan suatu kebanggaan. Kami di DPW I justru sedang menjalankan amanah yang berat,” kata Hudi Nurhudiyat.

    Hudi mengingatkan agar seluruh anggota menjaga silaturahmi dan menjalankan aktivitas budaya seperti debus dengan niat yang luhur.

    “Maka bagaimana kita menjalankan TTKKBI yang baik? Ratakan tali silaturahmi. Perjuangkan TTKKBI bukan dengan kesombongan,” ujarnya.

    “Misalnya pertunjukan debus, itu bukan untuk kesombongan, tetapi untuk mengenang leluhur kita,” sambung Hudi.
    Ia menutup sambutannya dengan menekankan kembali jati diri TTKKBI sebagai organisasi budaya.

    “Kita adalah organisasi budaya, maka budaya itu adalah budi pekerti, atau adab,” kata Hudi Nurhudiyat.

    Ketua DPC TTKKBI Kecamatan Serang, Iman, juga menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Ia menjelaskan bahwa milad sempat tertunda karena menyesuaikan dengan jadwal para petinggi organisasi.

    “Kegiatan ini sebetulnya akan dilaksanakan seminggu lalu. Namun Ketua Umum dan Ketua DPW I Provinsi Banten berhalangan karena ada acara di Bandung,” ungkap Iman.

    Ia pun menyatakan kebanggaannya karena acara akhirnya bisa terselenggara dengan dukungan langsung dari pimpinan pusat dan wilayah.

    “Kami sangat bangga bahwa acara ini akhirnya bisa terlaksana dengan sukses, apalagi dihadiri oleh para pimpinan kami,” pungkas Iman.

    Acara milad ini menjadi tidak hanya momentum peringatan, tetapi juga refleksi bersama dalam memperkuat nilai-nilai dasar TTKKBI sebagai organisasi pelestari budaya dan adab leluhur Nusantara. ** (sumber: GZN)

    Milad
    Berita TTKKBI Banten

    Momentum Pelantikan DPC Ciruas: Ketua DPW I Banten Dapat Gelar Ki Banjar Agung

    Milad Kedua TTKKBI Meriahkan Kota Serang: Perpaduan Tradisi, Silaturahmi, dan Spirit Karuhun

    Silaturahmi Menyatukan: Hundusin Adistara Pimpin TTKKBI Cilegon

    Pelantikan Pengurus TTKKBI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kecamatan Kasemen Kota Serang

    Polda Banten Gelar Peringatan Maulid Nabi 1447 H dan Doa Bersama, TTKKBI Turut Hadir

    Pelantikan dan Pengukuhan Ketua dan Pengurus DPC TTKKBI Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang

    Pengukuhan dan Pelantikan DPW II TTKKBI Serang Barat, Komitmen Budaya dan Pembinaan Pencak Silat

    Cross-Chain Swaps, Yield Optimization, and Institutional Tools: A Practical Playbook for OKX Wallet Users

    Semarak Gembrungan TTKKBI Kragilan Dimeriahkan Jaipongan dari Srikandi DPW I TTKKBI Banten

    Ketua DPW I Provinsi Banten Serahkan Kaos Simbolis untuk Paguron Se-Lebak Selatan

    Tjimande Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia
    Facebook YouTube TikTok Instagram
    ©2026 TTKKBI BANTEN | ABOUT US | CONTACT

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.